Bandara

Bagaimana Penamaan Runway, Baca Sampai Selesai

Tangerang – Penamaan Runway ternyata bukan hal yang sepele, dalam penamaannya terdapat unsur keselamatan yang sudah diperhitungkan.

Beberapa menit sebelum mendarat, Pilot diberikan informasi oleh pemandu lalu lintas udara  mengenai runway yang akan digunakan untuk pendaratan.

Tentu saja pemilihan runway ini sudah memperhitungkan arah angin, kondisi cuaca, kelancaran lalu lintas udara dan hal lainnya yang menjadi pertimbangan.

Mari kita lihat lebih detail tentang penamaan pada landas pacu bandara (Runway Designator).

Single Runway

Runway Designator terdiri dari dua digit angka yang merupakan bilangan bulat yang paling mendekati sepersepuluh utara magnetik arah pendaratan. Misalnya, jika arah pendaratan pesawat adalah 173° maka runway designator akan menjadi 17.

Runway dengan arah pendaratan 173°, maka runway designator-nya adalah 17. (RED)

Jika angka merupakan satu digit maka designator didahului dengan nol (misalnya jika azimuth cenreline runway adalah 82°, maka designator akan menjadi 08).

Runway dengan arah pendaratan 82°, maka runway designator-nya adalah 08. (RED)

Landasan pacu yang berorientasi utara atau misalkan 001° ditunjukan dengan angka 36 (bukan 00). Dengan kata sederhana, runway designator mewakili heading yang digunakan untuk takeoff  atau mendarat di runway.

Runway dengan arah pendaratan 001°, maka runway designator-nya adalah 36. (RED

Jika kedua arah landasan digunakan untuk lepas landas dan mendarat, maka masing-masing mempunyai runway designatornya sendiri. berarti walaupun fisik landasan adalah satu, tetap dianggap sebagai dua landasan pacu.

Selisih antara angka-angka tersebut adalah 18, misalkan. jika salah satu landasan pacu adalah 12 maka yang lain akan menjadi 30.

Runway Paralel

Pada bandara dengan 2 (dua) runway atau lebih yang paralel, penomoran dilengkapi dengan huruf yang mendefinisikan posisi masing-masing landasan tersebut.

Huruf tersebut adalah L (Left/Kiri), R (Right/kanan) dan C (Center/tengah),

Ilustrasi tiga (runway) Paraller menggunakan huruf L,R,C dibelakang angka. (RED)

Misalnya, dua landasan pacu paralel (arah Timur) akan ditetapkan sebagai 09L dan 09R. Jika landasan pacunya tiga, maka penunjukannya adalah 09L, 09C dan 09R.

Untuk ujung yang berlawanan dari 09L adalah 27R dan sebaliknya.

Akan tetapi hal tersebut tidak mutlak untuk dilakukan, misalnya bandara soekarno hatta yang memiliki 3 (tiga) landasan pacu memilih untuk menggunakan runway designator 07 L, 07R dan 06.

Ilustrasi Runway designator di Badara Internasional Soekarno Hatta

Kendati 3 landasan ini bersifat paraller dan mempunyai heading magnetic yang semuanya 068° akan tetapi untuk alasan mempermudah penyebutan runway karena runway 06 adalah runway baru, hal ini sah sah saja untuk dilakukan.

(RED)

admin

View Comments

Recent Posts

Citilink Pindah Terminal di Bandara Soekarno-Hatta Mulai 15 Maret 2025

Maskapai penerbangan Citilink mengumumkan perubahan terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) yang akan berlaku mulai…

1 year ago

Injourney Luncurkan Aplikasi DIKO: Digitalisasi KKOP Bandara untuk Kemudahan Pengecekan Ketinggian Bangunan

Tangerang - Injourney, sebagai holding BUMN pariwisata dan pendukung, terus berinovasi untuk meningkatkan efisiensi dan…

1 year ago

Daftar Website Otban atau Otoritas Bandara Kementerian Perhubungan: Akses Informasi dan Layanan Penerbangan

Aviasipedia - Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memiliki peran krusial dalam mengatur dan mengawasi sektor penerbangan…

1 year ago

Mengenal Bandara di Bogor: Atang Sendjaja dan Rumpin

Apakah terdapat bandara di Bogor? Bogor, kota yang terkenal dengan keindahan alam dan udaranya yang…

1 year ago

Super Air Jet Terminal berapa di Bandara Soekarno-Hatta?

Bagi Anda yang sering bepergian menggunakan maskapai Super Air Jet, ada informasi penting yang perlu…

1 year ago

Cara Mudah Cek Kode Booking Lion Air Anda

Kode booking atau yang sering disebut juga booking code atau confirmation code adalah serangkaian karakter…

1 year ago